Aswaja NU Center PWNU Jawa TImur

  • Puasa Weton

    Oleh: KH. Ma’ruf Khozin Puasa Weton Pekan lalu saat ngaji bersama PCI NU Jerman tiba-tiba di kolom komentar Zoom ada yang bertanya tentang Puasa Weton. Dan sudah pernah dibahas oleh para Kyai dan Ustaz di http://www.piss-ktb.com/2014/07/3377-puasa-di-hari-kelahiran.html?m=1 Puasa Weton, puasa di hari kelahiran, sejauh ini belum banyak ditemukan dalam kitab-kitab Fikih yang menyatakan sunah. Kalau pun…

  • Shalawat Nariyah, Tuduhan Syirik, dan Ilmu Sharaf Dasar

    Popularitas shalawat Nariyah di kalangan umat Islam di Nusantara memang tak terbantahkan. Namun, apakah ia lantas bersih dari para penolaknya? Ternyata tidak. Sebuah fenomena yang sesungguhnya sangat lumrah dalam kehidupan beragama. Lewat beragam sudut, beberapa orang melancarkan vonis bahwa pengamalan shalawat Nariyah termasuk melenceng dari ajaran Rasulullah alias bid’ah. Sebagian yang lain mengahakimi secara lebih…

  • Menjawab Gugatan: “Puasa Tarwiyah Dalilnya Hadis Palsu?”

    Menjawab Gugatan: “Puasa Tarwiyah Dalilnya Hadis Palsu?” Oleh: Ustadz Ma’ruf Khozin, anggota dewan pakar Aswaja NU Center Jatim   Meski Tarwiyah telah lewat, namun sudah menjadi kebiasaan kalau banyak kalangan yang suka menyalahkan amaliah orang lain. Itulah Salafi-Wahabi, yang ilmunya selalu meresahkan bagi umat Islam. Wajar saja jika kajiannya ditolak di banyak tempat. Kali ini…

  • Mencintai Keluarga dan Sahabat Nabi SAW

    Di dalam kitab ‘Allimu Awladakum Mahabbata Ali Bait al-Nabiy dijelaskan bahwa yang tergolong ahlul-bait adalah Sayyidatuna Fathimah, Sayyidina Ali, Sayyidina Hasan dan Sayyinina Husain –radhiyallahu ‘anhum. Mereka semua termasuk ahlul-kisa’ yang disebutkan dalam hadits. “Dari Ummi Salamah – radhiyallahu ‘anha, “Setelah turun ayat (QS. al-Ahzab 33) “sesungguhnya Allah bermaksud menghilangkan dosa kamu hai ahlul-bait (anggota…

  • Amaliah-Amaliah Bulan Dzulhijjah (2)

    -Puasa 9 Hari Dzulhijjah Telah jelas dan shahih riwayat bahwa Rasulullah menyukai puasa dan memperbanyak ibadah di bulan haram, dan Dzulhijjah adalah salah satu dari bulan haram. Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah bersabda: قَالَ زِدْنِى. قَالَ «صُمْ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ». قَالَ زِدْنِى. قَالَ «صُمْ مِنَ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنَ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنَ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ». وَقَالَ…

  • Adzan Dua Kali Menjelang Shalat Jum’at

    Pada awalnya untuk menandai datangnya shalat Jum’at dikumandangkan adzan satu kali, yaitu ketika khatib sedang duduk di mimbar. Praktek demikian berlangsung sejak jaman Rasulullah hingga Khalifah Umar bin Al Khatthab. Kemudian saat menjabat khalifah, Utsman bin Affan menambahkan satu adzan yaitu sesaat sebelum khatib naik mimbar. Hal itu dia lakukan dengan pertimbangan bahwa jumlah jamaah…

  • Perjamuan Makanan dalam Acara Tahlilan

    Dalam setiap pelaksanaan tahlilan, tuan rumah memberikan makanan kepada orang-orang yang mengikuti tahlilan. Selain sebagai sedekah yang pahalanya diberikan kepada orang yang telah meninggal dunia, motivasi tuan rumah adalah sebagai penghormatan kepada para tamu yang turut mendoakan keluarga yang meninggal dunia. Dilihat dari sisi sedekah, bahwa dalam bentuk apapun, sedekah merupakan sesuatu yang sangat dianjurkan….

  • Qadha’ Salat Mayit

    Oleh : KH. Ma’ruf Khozin Di kitab Ianah Ath-Thalibin 1/33 Syekh Abu Bakar Dimyathi mengutip dari Syekh Zainuddin Al-Malibar India sebuah ketentuan hukum salat bagi orang yang sudah wafat: (ﻓﺎﺋﺪﺓ) ﻣﻦ ﻣﺎﺕ ﻭﻋﻠﻴﻪ ﺻﻼﺓ ﻓﻼ ﻗﻀﺎء ﻭﻻ ﻓﺪﻳﺔ. “Jika ada orang meninggal dan punya tanggungan salat maka tidak wajib diqadha’ dan tidak wajib dibayarkan fidyah”…

  • Amaliah-Amaliah Bulan Dzulhijjah (3)

    -Shalat Idul Adzha Shalat Idul Adzha adalah shalat sunnah dua rakaat yang dilaksanakan pada hari raya Qurban atau pada 10 Dzulhijah. Hukumnya sunnah mu’akad baik baik lelaki maupun perempuan. Waktu shalat hari raya adalah setelah terbit matahari sampai zawal (condongnya matahari ke arah barat). Shalat ini lebih utama daripada shalat Idul Fithri, karena landasannya adalah…

  • Pahala Bacaan Al-Qur’an

    PERMASALAHAN QAUL MASYHUR DALAM MADZHAB IMAM ASY-SYAFI’I Pernyataan qaul masyhur bahwa pahala bacaan al-Qur’an tidak sampai kepada orang mati adalah tidak mutlak, itu karena ada qaul lain dari Imam asy-Syafi’i sendiri yang menyatakan sebaliknya. Yakni berhubungan dengan kondisi dan hal-hal tertentu, seperti perkataan beliau Imam Syafi’i :