Menyoal Doa Iftitah “inni Wajjahtu”

Kita tidak pernah mengusik, menyalahkan apalagi membid’ahkan amalan dan tata cara ibadah saudara Muslim kita yang lain. Paling-paling cuma ‘ngelirik’, kok beda, begitu saja. Karena Kyai-kyai kita di pesantren memang tidak mengajarkan berbuat jelek kepada orang lain.
Kali ini yang dipersoalkan adalah doa Iftitah dalam shalat. Dalam riwayat Muslim doa Iftitah ini tidak menyebut kalimat “inni Wajjahtu”, namun langsung Wajjahtu Wajhiya dst. Yaitu:
وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Sedangkan riwayat yang menyatakan “inni Wajjahtu” terdapat dalam riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad bin Hanbal dan sebagainya. Itupun bukan dalam tata cara shalat, namun tata cara menyembelih hewan qurban:
ﻋﻦ ﺟﺎﺑﺮ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ، ﻗﺎﻝ: ﺿﺤﻰ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻮﻡ ﻋﻴﺪ، ﺑﻜﺒﺸﻴﻦ ﻓﻘﺎﻝ: ﺣﻴﻦ ﻭﺟﻬﻬﻤﺎ ﺇﻧﻲ ﻭﺟﻬﺖ ﻭﺟﻬﻲ ﻟﻠﺬﻱ ﻓﻄﺮ اﻟﺴﻤﻮاﺕ ﻭاﻷﺭﺽ ﺣﻨﻴﻔﺎ، ﻭﻣﺎ ﺃﻧﺎ ﻣﻦ اﻟﻤﺸﺮﻛﻴﻦ ….
Bolehkah shalat kita dalam Iftitah menambah kalimat “inni” ? Jawabannya Boleh! Berdasarkan hadis:
ﻭﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺭاﻓﻊ ﻗﺎﻝ: ﻭﻗﻊ ﺇﻟﻲ ﻛﺘﺎﺏ ﻓﻴﻪ اﺳﺘﻔﺘﺎﺡ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ – ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻛﺎﻥ ﺇﺫا ﻛﺒﺮ ﻗﺎﻝ: ” ﺇﻧﻲ ﻭﺟﻬﺖ ﻭﺟﻬﻲ ﻟﻠﺬﻱ ﻓﻄﺮ اﻟﺴﻤﺎﻭاﺕ ﻭاﻷﺭﺽ ﺣﻨﻴﻔﺎ ﻭﻣﺎ ﺃﻧﺎ ﻣﻦ اﻟﻤﺸﺮﻛﻴﻦ …
Dari Abu Rafi’ ia berkata: Telah sampai padaku sebuah surat yang berisi Iftitah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, bahwa jika Nabi bertakbir maka beliau berdoa: Inni Wajjahtu ….
Al-Hafidz Nuruddin Al Haitsami berkata:
ﺭﻭاﻩ اﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ ﻓﻲ اﻟﻜﺒﻴﺮ ﻭﻓﻴﻪ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺇﺳﺤﺎﻕ ﻭﻫﻮ ﺛﻘﺔ ﻭﻟﻜﻨﻪ ﻣﺪﻟﺲ ﻭﻗﺪ ﻋﻨﻌﻨﻪ ﻭﺑﻘﻴﺔ ﺭﺟﺎﻟﻪ ﻣﻮﺛﻘﻮﻥ
Diriwayatkan oleh Thabrani. Di dalamnya terdapat Muhammad bin Ishaq, ia terpercaya, namun ia perawi mudallis (menyamarkan) dan ia menyampaikan dengan redaksi ‘an’anah. Para perawi lainnya dinilai terpercaya. (Majma’ Az-Zawaid)
Jika masih menyanggah dengan dalih riwayat Muhammad bin Ishaq adalah hadis Munkar karena bertentangan dengan perawi yang lebih tsiqah, maka jawabannya adalah boleh menambahkan bacaan di dalam shalat selama bacaan itu bersumber dari Al Qur’an atau hadis. Terlebih lagi kalimat “inni Wajjahtu…” terdapat dalam surat Al-an’am 79 sebagai doa Nabi Ibrahim alaihis salam. Mana dasarnya? Yaitu Ibnu Umar menambahkan beberapa bacaan dalam Tahiyat:
ﻋﻦ اﺑﻦ ﻋﻤﺮ، ﻋﻦ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻲ اﻟﺘﺸﻬﺪ: “اﻟﺘﺤﻴﺎﺕ ﻟﻠﻪ اﻟﺼﻠﻮاﺕ اﻟﻄﻴﺒﺎﺕ، اﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﺃﻳﻬﺎ اﻟﻨﺒﻲ ﻭﺭﺣﻤﺔ اﻟﻠﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ – ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ اﺑﻦ ﻋﻤﺮ: ﺯﺩﺕ ﻓﻴﻬﺎ: ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ – اﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﻭﻋﻠﻰ ﻋﺒﺎﺩ اﻟﻠﻪ اﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ، ﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ اﻟﻠﻪ – ﻗﺎﻝ اﺑﻦ ﻋﻤﺮ: ﺯﺩﺕ ﻓﻴﻬﺎ: ﻭﺣﺪﻩ ﻻ ﺷﺮﻳﻚ ﻟﻪ – ﻭﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻣﺤﻤﺪا ﻋﺒﺪﻩ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ”
Bacaan Syahadat di dalam Tahiyat ditambah oleh Ibnu Umar: Wahdahu la syarika lahu (HR Abu Dawud. Ulama salafi Wahabi juga menilai sahih)
KH. Ma’ruf Khozin, Ketua Aswaja NU Center PWNU Jatim

Similar Posts

  • Puasa Sunnah Bulan Muharram, Tuntunan Rasulullah

    Para ulama kita menganjurkan puasa di bulan Muharram ini pada tanggal 9 yang disebut dengan Tasua’ dan tanggal 10 yang disebut Asyura. Dalil Puasa Tasua’ (9 Muharram) قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ – إِنْ شَاءَ اللَّهُ – صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ…

  • | |

    Aswaja NU Center Jatim Lakukan Kerjasama dengan PWNU Bali

    Denpasar – Aswaja NU Center Jatim Lakukan Kerjasama dengan PWNU Bali Dalam waktu dekat, PW Aswaja NU Center Jatim akan melakukan penguatan kajian Aswaja an-Nahdliyah di Provinsi Bali. Antara kedua belah pihak telah sepakat, tinggal menentukan jadwal dan mengatur teknis pelaksanaan. Hal tersebut disampaikan Direktur PW Aswaja NU Center, KH Abdurrahman Navis ketika hadir pada…

  • Mengapa Harus Bermazhab?

    Oleh : KH. Ma’ruf Khozin Mengapa Harus Bermazhab Dalam Memahami Dalil Qur’an dan Hadis? (Ngaji Bersama Pertamina)Saya paling suka memberi contoh dengan perumpamaan yang mudah dipahami oleh jamaah. Karena Masjid Wal Ashri Pertamina ingin memahami ilmu Fikih dalam metode bermazhab maka saya memberi contoh seperti yang mereka geluti setiap harinya, soal minyak. Ibaratnya ayat-ayat di…

  • Aswaja NU Center Nganjuk Gelar Ngaos Aswaja Selapanan

    Ngaos Aswaja Selapanan ketiga bertempat di PP. Qur’an Al Qur’an Ridho, Rowomarto, Patianrowo pada Sabtu malam (26/09). Ngaos Aswaja Selapanan merupakan program rutin Aswaja NU Center setiap 35 hari sekali (selapan) dilaksanakan Sabtu malam Ahad, dengan kajian kitab klasik karya Hadlratusy Syaikh Hasyim Asy’ari, Risalah Ahlussunnah Wal Jama’ah. Pengajian Aswaja ini telah dilaksanakan kali ketiga,…

  • Jika Petang Ini Ada Yang Mengaku Melihat Hilal

    Oleh: Kiai Ma’ruf Khozin Petang nanti insyaallah akan dilakukan sidang Isbat untuk menetapkan 1 Syawal. Secara perhitungan ilmu hisab kondisi hilal di bawah nol derajat, kebanyakan minus 4°. Lalu bagaimana jika ada yang mengaku melihat hilal? Para ulama Syafi’iyah menjawab: ﻟﻮ ﺷﻬﺪ ﺑﺮﺅﻳﺔ اﻟﻬﻼﻝ ﻭاﺣﺪ ﺃﻭ اﺛﻨﺎﻥ ﻭاﻗﺘﻀﻰ اﻟﺤﺴﺎﺏ ﻋﺪﻡ ﺇﻣﻜﺎﻥ ﺭﺅﻳﺘﻪ. ﻗﺎﻝ اﻟﺴﺒﻜﻲ: ﻻ…

  • FIQIH WANITA

    FIQIH WANITA kaum wanita wajib belajar tentang hukum-hukum haidl, nifas dan istikhadloh yang dibutuhkan. jika sudah bersuami dan suaminya mengerti hukum-hukum yang dibutuhkan tersebut maka suaminya wajib mengajari istrinya, adapun jika suaminya tidak mengerti maka wanita tersebut wajib pergi belajar kepada orang yang mengerti dan suaminya haram mencegahnya, kecuali suaminya yang belajar kemudian diajarkan kepada…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *