Takbir Setelah Salat Di Hari Tasyriq

Takbir Setelah Salat Di Hari Tasyriq

Syekh Bin Baz, Mufti Saudi yang pernah mengklarifikasi Asas Tunggal Pancasila dan sudah dijawab oleh Gus Dur, telah memfatwakan anjuran membaca Takbir selesai salat selama hari Tasyriq, 11-12-13 Dzulhijjah. Berikut dalil-dalil yang beliau sampaikan:

وقوله عز وجل: وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ الآية، وهي أيام التشريق؛

“Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang…” (Al-Baqarah: 203). Hari tersebut adalah hari Tasyriq

ولقول النبي صلى الله عليه وسلم: ((أيام التشريق أيام أكل وشرب وذكر الله عز وجل)) رواه مسلم في صحيحه، وذكر البخاري في صحيحه تعليقاً عن ابن عمر وأبي هريرة رضي الله عنهما: (أنهما كانا يخرجان إلى السوق أيام العشر فيكبران ويكبر الناس بتكبيرهما)

Dan karena sabda Nabi shalla Allahu alaihi wa sallama: “Hari Tasyriq adalah hari makan, minum dan dzikir kepada Allah” HR Muslim dalam Sahih-nya dan al-Bukhari secara Muallaq dari Ibnu Umar dan Abu Hurairah, bahwa “Keduanya keluar ke pasar di hari 10 Dzulhijjah, kemudian keduanya bertakbir dan umat Islam juga bertakbir, karena takbir keduanya”

وكان عمر بن الخطاب وابنه عبد الله رضي الله عنهما يكبران في أيام منى في المسجد وفي الخيمة ويرفعان أصواتهما بذلك حتى ترتج منى تكبيراً

Umar dan putranya, semoga Allah meridlai keduanya, bertakbir di hari-hari Mina, di masjid dan di perkemahan. Keduanya mengeraskan suaranya sehingga Mina bergemuruh dengan Takbir

وروي عن النبي صلى الله عليه وسلم وعن جماعة من الصحابة رضي الله عنهم التكبير في أدبار الصلوات الخمس من صلاة الفجر يوم عرفة إلى صلاة العصر من يوم الثالث عشر من ذي الحجة وهذا في حق غير الحاج، أما الحاج فيشتغل في حال إحرامه بالتلبية

Telah diriwayatkan dari Nabi shalla Allahu alaihi wa sallama dan sekelompok Sahabat, semoga Allah meridlai mereka, telah melakukan Takbir setelah salat 5 waktu. Dimulai salat Subuh Arofah sampai Ashar 13 hari Tasyriq Dzulhijjah. Ini berlaku bagi selain orang haji. Bagi orang haji maka saat Ihram memperbanyak doa Talbiyah

Ustadz Ma’ruf Khozin, Dewan Pakar Aswaja NU Center Jatim

Similar Posts

  • |

    Wali dan Karamah

    Kata Wali memiliki 2 makna. Pertama, orang yang urusannya ditangani dan dijaga oleh Alah SWT.  Kedua, orang yang ibadah dan ketaataannya pada Allah SWT tiada henti.[1] Allah SWT berfirman: أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ -الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ [2] “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak…

  • | |

    Hakikat Tawassul

    Para ulama seperti al-Imam al-Hafizh Taqiyyuddin al-Subki menegaskan bahwa tawassul, istisyfa’, istighatsah, isti’anah, tajawwuh dan tawajjuh, memiliki makna dan hakekat yang sama. Mereka mendefinisikan tawassul –dan istilah-istilah lain yang sama– dengan definisi sebagai berikut: طَلَبُ حُصُوْلِ مَنْفَعَةٍ أَوِ انْدِفَاعِ مَضَرَّةٍ مِنَ اللهِ بِذِكْرِ اسْمِ نَبِيٍّ أَوْ وَلِيٍّ إِكْرَامًا لِلْمُتَوَسَّلِ بِهِ. (الحافظ العبدري، الشرح القويم، ص/378)….

  • Adzan Saat Bayi Lahir

    Saat melahirkan anak dianjurkan untuk adzan dan iqamah sebagaimana dalam kitab-kitab fikih. Beberapa ulama seperti Imam al-Nawawi mengutip sebuah hadis: مَنْ وُلِدَ لَهُ مَوْلُوْدٌ فَأَذَّنَ فِي أُذُنِهِ الْيُمْنَى وَأَقَامَ فِي أُذُنِهِ الْيُسْرَى لَمْ تَضُرَّهُ أُمُّ الصِّبْيَانِ “Barangsiapa melahirkan anak, lalu diadzani di telinga kanan dan diiqamati di telinga kiri, maka akan diselamatkan dari syetan Ummu…

  • |

    Shalawat di Sela-Sela Tarawih

    Shalawat di Sela-Sela Tarawih Sudah menjadi sebuah tradisi dan banyak dijumpai di masjid atau mushalla, ketika selesai salam dari shalat Tarawih dikumandangkan bacaan-bacaan shalawat dan doa untuk Khulafa’ ar-Rasyidin. Diantara kita ada yang menilai bahwa tradisi tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh nabi. Perlu kita ketahui bahwa membaca shalawat di antara bilangan rakaat…

  • Doa Dari Rumah atau Ke Kubur?

    Pertanyaan: Berdoa kepada ahli kubur pahalanya akan sampai, lalu lebih baik yang mana antara berdoa dari rumah ataukah berdoa langsung di dekat kuburannya saat ziarah? Jawaban: Mari kita perhatikan dalil-dalil hadis berikut; Hadis Pertama: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ g مَا مِنْ عَبْدٍ يَمُرُّ بِقَبْرِ رَجُلٍ كَانَ يَعْرِفُهُ فِى الدُّنْيَا فَيُسَلِّمُ عَلَيْهِ إِلاَّ عَرَفَهُ وَرَدَّ عَلَيْهِ السَّلاَمَ…

  • |

    Adzan Setelah Mayit di letakkan di Kuburan

    Adzan merupakan salah satu perbuatan yang dianjurkan dalam agama. Karena dalam adzan terdapat manfaat yang sangat besar, serta kandungan syiar dalam Islam. Ketika akan melaksanakan shalat, adzan dikumandangkan sebagai tanda akan berlangsungnya shalat. Dan salah satu kebiasaan yang berlaku di masyarakat adalah adzan setelah mayit diletakkan dalam kuburan, bagaimanakah hukumnya? Jawaban: Dalam hal ini pendapat…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *