Diskusi
“Saya (adz-Dzahabi) berkata: Doa akan dikabulkan di dekat makam para Nabi dan wali, juga di beberapa tempat. Namun penyebab terkabulnya doa adalah konsentrasi orang yang berdoa dan kekhusyukannya. Dan tidak diragukan lagi di tempat-tempat yang diberkati, di masjid, saat sahur dan sebagainya. Doa akan lebih banyak didapat oleh pelakunya. Dan setiap orang yang sangat membutuhkan doanya akan terkabul” (al-Hafidz adz-Dzahabi dalam Siyar A’lam an-Nubala’ 17/77)
Originally posted on 5 September 2014 @ 21:43
Secara umum, kita dapat mengetahui dengan pasti dan yakin, bahwasanya peristiwa-peristiwa dan kasus-kasus dalam bidang ibadah atau muamalah, tidak terhitung dan tidak terbatas. Kita juga tahu secara pasti bahwa tidak semua kasus ada teksnya bahkan ini tak terpikirkan. Ketika teks-teks itu merupakan sesuatu yang terbatas, sementara fenomena sosial tidak terbatas, maka sesuatu yang tidak terbatas itu tidak bisa tercakup semua oleh yang terbatas. Tentu sudah menjadi keharusan untuk melakukan ijtihad dan qiyas. Sehingga dapat dipastikan akan ada ijtihad dalam setiap persoalan (dari para ahlinya). (Al-Milal wan Nihal, juz I hal 164)
Originally posted on 5 September 2014 @ 21:16
Memohon datangnya manfaat (kebaikan) atau terhindarnya bahaya (keburukan) kepada Allah SWT dengan menyebut nama seorang Nabi atau Wali untuk memuliakan (ikram) keduanya.” (Al-Hafizh Al-‘Abdari, Al-Syarh Al-Qiyam, Hal.378)
Originally posted on 5 September 2014 @ 21:09
BERBAGAI ALIRAN BERKEMBANG DI NUSANTARA PADA TAHUN 1330 H/1912 PADA TAHUN 1330 H/1912 M, MUNCUL BERBAGAI ALIRAN DAN GOLONGAN YANG BERBEDA-BEDA DAN SALING BERTENTANGAN, SEPERTI WAHHABI, SYIAH, KEBATINAN DAN LAIN-LAIN. (KH. HASYIM ASY’ARI, RISALAH AHL AL-SUNNAH WA AL-JAMA’AH, HAL. 9).
Originally posted on 30 August 2014 @ 20:34





